Tidak lengkap rasanya jika kita sedang berada di kota jogja tidak menyempatkan berkunjung ke tempat paling identik dengan jogja,  MALIOBORO . Ya ! Eksotisme tempat belanja yang tidak pernah pudar termakan waktu ini menjadi keunikan tersendiri para wisatawan untuk menjadikan tempat wajib didatangi ketika di jogja.

Malioboro merupakan sebuah kawasan yang merupakan nama jalan yang membentang terus dari stasiun tugu jogjakarta (sebelum pasar Klitikan pindah  zona Malioboro masih boleh dikatakan mulai dari Tugu Jogja) ke selatan terus melewati Jalan Malioboro hingga Jl.A.Yani dan berakhir di perempatan Kilometer Nol, Jogjakarta.


Keindahan Malioboro boleh dikatakan mulai indah dipandang mata ketika malam hari mulai menyeruak daerah malioboro. Suasana bangunan tua , lampu jalan bersulur lengkung, percakapan pedagang kaki lima dalam bahasa jawa, makanannya, batiknya pengamen jalanan yang siap menghibur para wisatawan.

Eksotisme malam malioboro dapat dinikmati tanpa dana yang banyak. Hanya sekedar melihat betapa banyak banyak orang berjalan-jalan melintasi malipnoro baik berjalan kaki, menumpang becak, atau naik delman. Mendengar pemusik jalan memainkan lagu riang dengan berbagai alat musik. Sungguh meriah sekalii.

Suasana sesak ketika memilih barang tidak mengurangi semangat untuk terus menyusuri Malioboro. Kiranya bila tidak dihentikan oleh warung kaki lima di sepanjang jalan malioboro yang boleh diuji rasanya, khususnya Gudeg Jogja.

Maka, tak salahlah pula malioboro menjadi tempat yang nyaman dan indah jika dikunjungi pada malam hari, berbaur dengan keringat pedagang sepanjang jalan , dan duduk sembari menikmati seni jalanan dan indahnya suasana malam di jogjakarta.

sumber : nglencerjowo.blogspot.com